DIANA
Sambil terus berlari,Diana menuju ke rumahnya yang berada tidak jauh dari SMAN 68,tempat ia sekolah.Ia sangat gembira karena hari ini adalah hari yang ia tunggu-tunggu selama hamper satu bulan akhirnya tiba,Ia lulus dengan NEM yang sangat memuaskan dibanding dengan temannya ia dapat juara pertama di sekolahnya.
Karena rasa gembira,ia ingin sekali cepat sampai di rumah di jalan Haji Adul Mursyid,perjalanan pulang merupakan hal yang paling menyanangkan saat itu.Tapi ia tiba-tiba di tengah jalan turun hujan lebat sehingga menghentikan gerak langkahnya.Diana yang sudah tidak tahan dingin,ingin cepat sampai di rumah.Ia langsung menerjang hujan lebat itu tanpa ia sadari akibatnya.Gang-gang yang biasa ia lewati sekarang hanyut tenggelam oleh hujan badai itu,tapi Diana tetap melaluinya walaupun keadaan yang kurang menyanangkan tetap saja bernyanyi riang.
Rumah Diana cukup sederhana,dindingnya terbuat dari papan dan kayu.Terdapat juga beberapa tiang penyangga di sudut teras yang juga terbuat dari kyu balok.Ukiran lukisan pada ujung dinding atas menambah keindahan rumah yang sudah nampak tua,namun tetap anggun itu.teras depan di gunakan sebagai ruang tamu,di ruang tamu itu terdapat dua set kursi tamu terbuat dari ukiran kayu yang sangat kokoh.Di tengah meja terdapat bunga sebagai hiasan yang cukup indah.
Tiba-tiba dari halaman rumah terdengar suara.
“Assalamualaikum”
“Walaikumsalam”
Terdengar jawaban dari dalam rumah itu.setelah itu keluarlah seorang wanita setengah baya.
“Ibu,ini Diana.”Begitulah ia menyapa orang itu.
“ada apa sih?Diana!Aayo masuk-masuk cepat ganti pakaian nanti kamu sakit lag,udah tau hujan sangat lebat kok di terjang,gimana nanti kalau kamu sakit?”
“Maafin Diana Bu,Diana yang salah.”
“Udah-udah tidak apa-apa.Memangnya kamu lari-lari ngapain,kok tidak seperti biasanya kelihatan wajahmu senang sekali?”
“memang Bu!Diana lulus Bu.”
“kamu lulus?”
Coba ibu lihat ijazah,ini?”
Segera Diana mengaluarkan ijazah dari dalam tasnya yang tersampul rapi berwarna putih.Orang setengah baya itu mengamati dengan sangat teliti,maklum orang tua Diana hanya berpendidikan SD jadi menelitinya harus benar-benar teliti.Setelah melihat hasil ijazah itu Ibu Diana sangat gembira karena hasilnya sangat bagus.
“Oh iya Bu,nanti aku mau melanjutkan kuliah,ya Bu.”
“yang benar saja kamu,Nak?”
“Iya Bu!aku mau coba ikut UMPTN mungkin saja bisa masuk ke universitas negri.”
“Apa itu UM tradi apa namanya.?”
“UMPTN”
“Iya itu dia.”
“UMPTN itu ujian masuk perguruan tinggi negri.”
“kamu sudah yakin Nak?”
“Memang kenapa Bu?”
“kamu tau sendiri kan ayah kamu tidak punya uang apa lagi buat kamu kuliah.Buat sekolah saja adik-adik tu aja sudah susah.Lagian kan perempuan.Ngapain pake sekolah tinggi-tinggi.ENanti juga kawin,punya anak,terus masuk dapur.” “tapiBU,aku kan ingin pintar,ingin kerja,terus cari uang.!”
“Yaelah,Si Sarijem aja gak pake kuliah bisa kerja,cari uang sendiri.Kamu liat sendiri,Sekarang dia kawin sama orang kaya. Contoh dia!Udah,Ibu mau sembahyang dulu.”
Suatu malam di ruang makan rumah Diana,saat Diana pergi ngaji ke masjid,Ayah dan Ibunya berunding tentang masa depan Diana.
Ternyata keputusan ayahnya Diana ingin menikahkan Diana dengan Mas Doni.lalu Diana pulang dari masjid “Assalamualaikum.” “Walalaikumsalam.Nah,kebetulan anaknya datang,Mas?” “Ada apa,yah.?” “Iya bicara apa?Kamu kan sudah besar,sudah pantas menikah,kenapa kamu tidak secepatnya menikah?” “Sama siapa,yah?Lagian Diana biasa aja gk cantik.Mana mungkin ada laki-laki.”
“kamu kan pinter,rajin,pasti ada yang mau lah” “Contohnya siapa.?” “itu Mas Doni kan lagi nganggur!.” “Mas Doni,yah?Dia kan sudah kawin tiga kali.masa ayah tega nikahin aku sama dia.?” Lalu ayahnya Diana memaksa Diana untuk menikah dengan Mas Doni. Lalu Diana menangis karena tidak siap untuk menikah.Pagi harinya Ayah dan Ibu Diana pergi,dan Diana sendiri di rumah.Lalu Mas Doni datang “Assalamualaikum....” “Waalaikumsalam...” “Mas Doni,msuk,mas.!” “Iya,Diana.” “Duduk Mas.” Lalu Diana segera ke dapur untuk membuatkan segelas air teh untuk Mas Doni dan dia.Mas doni Mengikutinya dan langsung melakukan hal yangtidak senonoh.Diana berusaha melarikan diri dan berteriak minta tolong kepada orah tuanya.Lalu orangtuanya datang “Doni,apa-apaan kamu?Kurang ajar!Belum nikah kamu sudah seperti ini dengan Diana.Pergi kamu dari sini.!” Diana,kamu tidak apa-apa kan.?”
Kjadian itu sudah tiga bulan yang lalu.Dan Diana telah melupakan prbuatan Mas Doni yang meninggalkan rasa malu pada dirinya.Sekarang Diana bisa melanjutkan kuliah.Setelah kejadian buruk itu Ayah mempertimbangkan lagi keputusanya untuk melarang anak gadisnya kuliah.Dan,akhirnya dia mrnjualsebagian tanahnya untuk membiayai gadis kecilnyayang cantik.
Sebelum sempat meninggalkan rumah,datanglah seorang anak laki-laki berusia 13 tahun,mengantarkan undangan pada Diana.Tersenyum Diana membaca undangan itu.Undanga resepsi pernikahan Mas Doni dengan Mbak Sari,janda muda dari kampong sebelah.selesai....
Karya:F ebri yulianto
Kelas:IX-01






bagusss
jah,, mles gw ngbaca nny......
suka ngblog jg lu pep ^_^