
Motor besar berkategori Sport Naked dan Superbike paling laris di indonesia adalah Ducati
Selain menjual Produk Ducati menjual “Prestise”
Jika bicara bandrol harga bisa dibilang harga Ducati merupakan yang paling mahal
Tidak saja di Indonesia yang memiliki pajak selangit. Di negara seperti Eropa dan Amerika bahkan harganya bisa terpaut 40%. Tapi kenapa penjualan Ducati tidak kalah dibanding penjualan motor sekelasnya meski harganya terpaut jauh? Di Indonesia penjualan Ducati lewat PT Supermoto jauh mengalahkan penjualan motor besar Suzuki yang didukung Indomobil ataupun Honda dan Yamaha yang saat ini didukung berbagai gerai IU? Kuncinya ada pada nilai plus yang dimiliki Ducati ketibang brand motor lainya. Bagi kalangan mapan , brand image apalagi sebuah prestise tidak ternilai harganya. Hal itulah yang berlaku bagi Ducati. Seperti juga kompatriotnya sesama Italiano, Ferrari, dimana aura prestise dan eksotisme yang dimiliki produk asal Itali menjadi daya tarik tersendiri ketibang produk jepang yang diidentikan dengan produk massal.

ini bukan matteo, ini bro Taufik !
saat peluncuran Ducati Racing Team
Komitmen ATPM Ducati terhadap Konsumen
Sebagai mana ATPM motor besar yang amat bergantung dengan Komunitas dan konsumen tetap. Suara konsumen amat didengar oleh pihak ATPM, sehingga keinginan konsumen akan kehadiran motor sesuai pilihanya akan segera didatangkan tanpa perlu “bla bla bla” yang biasanya berujung pada statement “pasar belum membutuhkan motor seperti ini” Termasuk juga komitmen ATPM akan keterlibatan Ducati di ajang balap Superbike Stock nasional, tidak lepas dari keinginan konsumen Ducati itu sendiri. Hasilnya adalah, juara Supersport Nasional tahun 2008 Matteo Guerironi pun di kontrak untuk membawa panji Ducati Indonesia

kendati berharga 1.7 m beberapa unit sudah laku, dan beberapa unit akan segera menyusul
Mahal ya, Tapi anda dijamin Puas !
Untuk memiliki Ducati memang membutuhkan uang yang tidak sedikit. Bahkan untuk memiliki produk entry level (Monster 696) dibutuhkan uang setidaknya 360 juta rupiah. Bandingkan dengan Harley Davidson yang varian entry levelnya “cuma” dibandrol 197 juta rupiah (Sporster 883 low) sedangkan untuk varian paling populer seperti superbike setidaknya konsumen harus menyiapkan dana sedikitnya 400 juta rupiah untuk mendapatkan varian entry level 848 dan 975 juta rupiah untuk memiliki varian flagship 1098R Troy Bayliss edition. Belum puas? Konsumen bisa membeli Desmosedici RR seharga 1.7 milliar. Meski dibandrol dengan harga selangit toh Ducati masih mampu menjual 25-30 motor per tahunya. Hal tersebut dikarenakan Ducati selalu menjaga komitmen pada konsumenya serta tidak menjadikan konsumen sebagai objek untuk di permainkan apalagi diperas layaknya ATPM tertentu. Andai kata ATPM nasional juga bisa demikian …





